Persepsi sosial terhadap Logo UMKM Nyok Mindo


Logo yang saya buat tentu memiliki persepsi berbeda bagi setiap orang yang melihatnya. Jadi akan menghasilkan banyak pendapat dari banyak orang. Berikut inilah persepsi logo yang saya buat, menurut persepsi saya sendiri.

Persepsi berdasarkan pengalaman bergantung pada apa yang telah diajarkan budayanya mengenai hal‐hal tersebut. Berdasarkan dari itu, target audience saya adalah orang yang berasal dari suku Betawi karena mereka sudah pasti mengenal makanan khas betawi yang tidak asing di kalangam mereka. Baik anak muda, tua maupun anak anak dari suku Betawi mungkin akan tertarik dengan warung makan khas Betawi.

Secara Selektif, orang Betawi akan memilih makanan yang biasa mereka ketahui di lingkungan keluarga mereka karena sudah pasti enak karena rempah rempahnya yang khas dan mengenyangkan saat mereka sedang lapar, Dari pada bingung memilih milih makanan yang belum tentu enak di lidah mereka dan belum tentu ramah di kantong. Jika mereka bisa membeli makanan tersebut tanpa harus repot memasak sendiri, kenapa tidak..?

Loncatan langsung pada suatu kesimpulan karena data melalui indera tidak lengkap merupakan persepsi yang bersifat dugaan. Secara persepsi tersebut, pesan yang ingin saya sampaikan kepada audience dari logo yang saya buat adalah ingin memberi kesan ke etnikan dari budaya Betawi agar muncul pemikiran mereka jika logo tersebut memiliki unsur daerah Betawi.

Lalu bagaimana agar pesan itu tersampaikan?
Saya memberikan unsur warna yang sesuai dengan budaya Betawi yaitu warna kuning. Karena berdasarkan pengalaman, warna kuning sangat mencerminkan ke etnikan Betawi. Sering kali warna kuning digunakan pada unsur budaya tersebut. Mulai dari hiasan rumah adat, pakaian adat, dan lain sebagainya.


Komentar